Senin, 25 Juni 2012

Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani

Judul: Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani

Penulis: John C. Maxwell
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti


Sinopsis:
Sebelumnya, Soe Hok Gie bukanlah nama yang populer. Bahkan, sebagai aktivis mahasiswa, sosoknya hanya dikenal oleh komunitas masyarakat terbatas. Pikiran dan sepak terjang perjuangannya tidak banyak diketahui publik di Tanah Air. Menurut penulisnya, hal itu karena kendati pernah terlibat secara aktif dalam politik, ia berbeda dengan para tokoh politik dari generasinya. Ia tidak mencurahkan seluruh hidupnya untuk politik. 

Namun sejak ia difilmkan, namanya dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Namun apakah Hok Gie benar seperti yang ada dalam film garapan Riri Reza? Anda harus membaca buku ini.


Resensi:
Sumber: http://goodreads.com

Minggu, 24 Juni 2012

Catatan Pinggir 3

Catatan Pinggir 3

Pengarang : Mohammad, Goenawan
Penerbit : Pustaka Utama Grafiti
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 1991
Edisi : Cetakan Pertama
Bahasa : Indonesia
Kolasi : xx, 504 hlm
ISBN/ISSN : 979-444-067-1


Setelah Buku Pertama dan Kedua mencapai sukses, kini kami hadirkan Catatan pinggir 3 yang memuat sekitar seratus enam puluh "catatan pinggir" yang mencakup periode terbit Tempo dari 4 Januari 1986 sampai dengan 24 Februari 1990. Patut dicatat, sejumlah di antaranya ditulis saat Goenawan Mohamad mengikuti program Nieman Fellowship for Journalist pada Universitas Harvard, Amerika Serikat pada bulan September 1989 s/d Juni 1990 yang lalu. 

Sebagaimana dalam esai-esai sebelumnya, meski berbicara tentang satu topik tertentu, sebetulnya Goenawan menjelajahi lebih dari satu aspek kehidupan. Oleh karenanya sejak semula disadari bahwa pemilahan terhadap esai-esai tersebut bukan merupakan suatu pekerjaan yang gampang. 

Satrio Piningit Ing Kampung Pingit


Judul: Satrio Piningit Ing Kampung Pingit
Penulis: Umar Kayam
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti
Dimensi: 14,5 x 21cm, 448 hlm
Satrio Piningit Ing Kampung Pingit merupakan buku ke – 4 kumpulan kolom Umar Kayam dalam harian Kedaulatan Rakyat. Sebagaimana tiga buku terdahulu, SPKP juga mengangkat beraneka ragam topik, mulai dari persoalan rumah tangga sampai masalah – masalah yang sedang hangat di masyarakat.
Semuanya di kemas dalam latar budaya priyayi Jawa, dengan Pak Ageng sebagai tokoh utamanya. Kejelian Umar Kayam menangkap berbagai nuansa reformasi di Indonesia yang mulai meletup pada 1998 menambah daya tarik buku ini. Kekhawatiran akan dampak melonjaknya harga kertas, kreativitas rakyat kecil mencari sumber pendapatan dalam masa “Krismon”, kesulitan membedakan partai-partai politik yang lambangnya mirip, adalah beberapa diantara topik-topik seputar reformasi.

Rara Mendut – Sebuah Trilogi



Rara Mendut – Sebuah Trilogi
oleh: Y.B. Mangunwijaya
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Edisi : Hard Cover
ISBN : 9792235833
ISBN-13 : 9789792235838;20108005
Tgl Penerbitan : April 2008
Bahasa : Indonesia
Halaman : 806
Ukuran : 15 x 23 cm
Sinopsis:
Rara Mendut, budak rampasan yang menolak diperistri oleh Tumenggung Wiraguna demi cintanya kepada Pranacitra. Dibesarkan di kampung nelayan pantai utara Jawa, ia tumbuh menjadi gadis yang trengginas dan tak pernah ragu menyuarakan isi pikirannya. Sosoknya dianggap nyebal tatanan di lingkungan istana di mana perempuan diharuskan bersikap serba halus dan serba patuh. Tetapi ia tak gentar. Baginya, lebih baik menyambut ajal di ujung keris Sang Tumenggung daripada dipaksa melayani nafsu panglima tua itu.

Sabtu, 23 Juni 2012

Burung-burung Rantau

Judul: Burung-burung Rantau
Penulis: Y.B. Mangunwijaya
Kategori: Novel Dan Cerita
Thn Terbit: 1993
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9795115138
Cover: Soft Cover
Halaman: 372
Dimensi(LxP): 21X14

Sinopsis:
Novel ini bercerita tentang pergumulan konflik di dalam keluarga Letnan Jenderal Wiranto, mantan duta besar, Komisaris Bank Pusat Negara, generasi gerilyawan 1945 dengan 5 putra-putriny ayang lahir setelah kemerdekaan. Yang sulung Ny. Anggraini, wanita karirer, janda kayar raya. Yang kedua, Dr.Dr Wibowo, pakar fisika nuklir dan astro-fisika di laboratorium CERN di Jenewa. Adiknya, Letnan-Kolonel Candra, instruktor pesawat-pesawat pemburu jet Madiun. Marineti, sarjana antropologi, sosiawan penuh idealisme. Yang bungsu, Edi, almarhum di usia muda karena morfin-heroin.

Jumat, 22 Juni 2012

ISTANBUL : Kenangan Sebuah Kota

Judul ISTANBUL : Kenangan Sebuah Kota
No. ISBN
Penulis Orhan Pamuk
Penerbit Serambi
Tanggal terbit Januari - 2009
Jenis Cover Soft Cover
Kategori Memoar




SINOPSIS BUKU
Dalam buku ini, Pamuk memberi makna lain terhadap kenangan dan kesedihan seorang individu: sebagai jejak sejarah yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan sebuah kota, bahkan sebuah peradaban. Namun, buku ini bukan hanya cerita tentang sebuah kota nun jauh di sana, melainkan sebuah buku indah yang mengisahkan banyak hal.


Sebagai seorang novelis terkemuka, Pamuk secara cemerlang mampu membuat memoar ini jauh dari membosankan kendati dia bercerita tentang hal-hal sederhana dan kenangan masa silam kota kelahirannya.

Minggu, 17 Juni 2012

Uesugi Kenshin: Daimyo Legendaris dari Kasugayama

Uesugi Kenshin: Daimyo Legendaris dari Kasugayama
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Kansha Books
Terbit: Mei 2012
Genre: Historical Fiction
ISBN: 978-602-971-96-8-0
Halaman: 388
Ukuran: 14 x 21
Kertas: Book Paper
Harga: Rp. 59.800


≈ SINOPSIS ≈
Atas permintaan Shogun, Uesugi Kenshin mengepung klan Hojo yang mulai menyerang negeri-negeri kecil. Saat itulah Takeda Shingen menyerang dan membumihanguskan Kastel Warigadake milik Uesugi Kenshin. Kejadian tersebut membuat perseteruan antara kedua daimyo terbesar itu kian memuncak.
Uesugi Kenshin yang kalah dalam jumlah pasukan dan enggan berperang akhirnya memutuskan untuk menyerang Takeda Shingen. Inilah pemicu peperangan terbesar pada zaman Sengoku Jidai, Perang Kawanakajima.

Rabu, 30 Mei 2012

The Swordless Samurai

The Swordless Samurai
Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI
Penulis: Kitami Masao
Penerbit: Kansha Books
Terbit: Februari 2009
Genre: Historical Fiction
ISBN: 978-979-193-370-4
Halaman: 262
Ukuran: 12,5 x 19
Harga: Rp. 49.800
Status: NFS

***********
Sinopsis
Jepang abad ke-16 merupakan zaman pembantaian dan kegelapan. Zaman dimana satu-satunya hukum yang ada adalah hukum pedang.

Dalam tatanan masyarakat hierarkis yang kaku dan melarang keras penyatuan kelas sosial, Hideyoshi lahir sebagai seorang anak petani miskin. Hideyoshi yang hanya setinggi 150 senti dan berbobot lima puluh kilogram serta tidak memiliki kemampuan bela diri, tampaknya mustahil untuk menjadi seorang samurai. Tetapi dialah yang menjadi pemenang tunggal dari perang berkepanjangan dan berhasil menyatukan negeri yang sudah tercabik-cabik selama lebih dari 100 tahun. Dialah Sang Samurai Tanpa Pedang.

Minamoto no Yoritomo

Minamoto no Yoritomo
Penulis: Eiji Yoshikawa
Penerbit: Kansha Books
Terbit: Februari 2012
Genre: Historical Fiction
ISBN: 978-602-97196-3-5
Halaman: 388
Ukuran: 14 x 21 cm
Kertas: Bookpaper
Harga: Rp. 59.800

****************
Sinopsis
Peperangan antara Minamoto no Yoshitomo dengan Taira no Kiyomori pada pemberontakan Heiji, berakhir dengan kekalahan klan Minamoto. Perintah penangkapan dan hukuman mati para pengikut dan keluarga Yoshitomo pun disebarkan.

Novel ini menceritakan kehidupan Yoritomo dan Ushiwaka dari klan Minamoto mulai dari pelarian mereka, kehidupan di rumah tahanan dan di pengasingan, hingga akhirnya membentuk kekuatan untuk menghancurkan klan Taira, yang pada saat itu menjadi penguasa mutlak di Jepang.

Snow – Di Balik Keheningan Salju

Judul Snow – Di Balik Keheningan Salju
No. ISBN 9789790240155
Penulis Orhan Pamuk
Penerbit Serambi
Tanggal terbit Maret – 2008
Jumlah Halaman 731
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 130x205mm
Kategori Politik-Hukum

SINOPSIS:
Salju mulai turun ketika seorang wartawan dan penyair bernama Ka tiba di Kars, sebuah kota kecil di perbatasan Turki.
Diawali keinginannya untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang semakin mewabah di kalangan wanita muda kota itu, juga hasrat untuk menemukan cinta masa lalunya, tanpa sadar Ka terseret di dalam gejolak kemelut Kars. Konflik antargerakan Islam, pertikaian antara agama dan sekularisme, serta aparat penguasa yang bertindak sewenang-wenang hanyalah segelintir persoalan di tengah gunung es masalah di kota yang terisolasi selama berkecamuknya badai salju yang ganas itu.
***
Snow adalah sebuah kisah tentang kesulitan yang dihadapi oleh sebuah bangsa yang terbelah antara tradisi, agama, dan modernisasi. Di tangan Pamuk, seluruh permasalahan itu tersaji menjadi sebuah kisah thriller politik yang mencekam dan meninggalkan kesan mendalam.
***

Catatan Pinggir 2

Catatan Pinggir 2

Judul : Catatan Pinggir 2
Penulis: Goenawan Mohamad
Penerbit: Pustaka Utama Grafiti
ISBN: 9794440698 (ISBN13: 9789794440698)
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Harga: Rp 95,000
Status: NFS

Sabtu, 28 April 2012

Perempuan di Titik Nol

Judul : Perempuan di Titik Nol
Penulis : Nawal el-Saadawi
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Cetakan : IX, 2006 Tebal : xix + 156 hlm




Karya Nawal el Sa'adawi: Gugatan yang Mengusik
Farha Ciciek*)
Dosen Universitas Nasional, Jakarta 


Dia adalah seorang dokter dan pejuang hak asasi manusia. Dia terutama memperjuangkan hak perempuan melalui berbagai tulisannya yang kontroversial. Sejumlah karangannya, baik berupa fiksi, semisal God Dies by the Nile, The Hidden Face of Eve, Two Women in Love, Memoirs of a Lady Doctor, Death an ex Minister, The Chant of the Children Circle, Women at Point Zero, A Moment of Truth, dan Little Sympathy, maupun karangan nonfiksi, seperti Women in the Arabs, Women and Sex, Women and Psychological Conflict, dan Memoirs of Women's Prison, sarat dengan gagasan yang radikal sehingga sering menggoyahkan "stabilitas masyarakat" dan membuat gusar penguasa baik sekuler maupun agama. Di negeri asalnya itu, Nawal el Sa'adawi menyengat banyak pihak, hingga keberaniannya itu menyebabkan dia dijebloskan ke dalam penjara dan kehilangan pekerjaannya. Karya-karyanya sering disensor atau bahkan dilarang di Mesir dan juga berbagai negeri Arab seperti Libia dan Arab Saudi. Meski demikian, semua karyanya yang terlarang akhirnya dicetak di Lebanon dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, bahkan diterbitkan oleh berbagai penerbit negara Barat. 


Jumat, 27 April 2012

Senopati Pamungkas #2


Judul Senopati Pamungkas #2
Author Arswendo Atmowiloto
Publisher Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Ukuran : 17 x 24 cm
Tebal : 1612 halaman
Terbit : Maret 2004
Cover :
ISBN : 979-22-0426-1
No Produk : 40104003

************
Sinopsis
Sinopsis Baginda Raja Sri Kertanegara membawa Keraton Singasari ke puncak kejayaan yang tiada taranya pada awal sejarah keemasan. Pasukan Tartar yang berhasil menaklukkan dunia dipecundangi. Umbul-umbul berlambang singa berkibar ke seberang lautan.

Idenya mendirikan Ksatria Pingitan, semacam asrama yang mendidik para prajurit sejak usia dini, menghasilkan banyak ksatria. Di antaranya Upasara Wulung, yang sepanjang usianya dihabiskan di situ.

Upasara Wulung terlibat dalam intrik Keraton, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, keculasan, terseret arus jago-jago kelas utama: mulai dari Tartar di negeri Cina, Pu’un Banten, puncak gunung, dengan segala ilmu yang aneh. Juga lintasan asmara yang menggeletarkan.

Ilmu segala ilmu itu adalah Tepukan Satu Tangan, di mana satu tangan lebih terdengar daripada dua tangan. Di banyak negara diberi nama berbeda, tetapi intinya sama. Pasrah diri secara total.

Diangkat sebagai senopati oleh Raden Wijaya, yang mendirikan Majapahit dengan satu tekad: “Seorang brahmana yang suci bisa bersemadi, tetapi seorang ksatria mempunyai tugas bertempur, membela tanah kelahiran.”

*******************

Senin, 23 April 2012

Membumikan Syariat Islam : Keluwesan Aturan Ilahi untuk Manusia

Membumikan Syariat Islam : Keluwesan Aturan Ilahi untuk Manusia
Penerbit: Mizan
Penulis: Dr. Yusuf Qardhawi
Edisi: Pertama
Tahun No
Jumlah Halaman: 344

Sinopsis:
Banyak kalangan mengkhawatirkan penerapan syariat Islam sebagai landasan negara, termasuk sebagian kaum Muslim. Mereka memandang syariat Islam dari sisi lahiriahnya saja, tidak sampai pada tujuan-tujuan penerapannya (maqashid syar'iyyah). Bahkan, mereka hanya mengaitkan syariat Islam dengan hukuman pancung, rajam, cambuk, dan potong tangan: sadis! Padahal, di balik hukuman-hukuman itu terdapat kebajikan Ilahi untuk memelihara kemaslahatan manusia. Di sisi lain, banyak aturan Islam yang berwajah ramah kurang diekspos.


Minggu, 22 April 2012

Cahaya Rumah Kita


Cahaya Rumah Kita
Renungan Batin Seorang Ibu Muda tentang Anak, Wanita, dan Keluarga
oleh: Miranda Risang Ayu
Penerbit : Mizan
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9794331333
ISBN-13 : 9789794331330
Tgl Penerbitan : 1997
Bahasa : Indonesia
Halaman : 253
Sinopsis:
Karier sebagai ibu rumah tangga menuntut pendidikan yang sama atau malah lebih dibanding karier apa pun di luar rumah. Karier mulia ini bersangkutan dengan tugas merawat manusia, tua, dan muda; dan ini adalah pekerjaan yang paling sulit di dunia. Isma’il Raji Al-Faruqi dalam Tawhid: Its Implications for Thought and Life (1982).
Adalah dari menghayati karier mulia tersebut buku ini lahir dari seorang ibu muda yang punya keistimewaan dalam ‘renungan-renungan batiniah’ atas kejadian sehari-hari yang dialaminya sebagai ibu rumah tiga anak yang masih kecil-kecil. Miranda Risang Ayu dikenal sebagai seorang koreografer yang dua karyanya, Istighfar dan Tasbih, sempat menjadi pembicaraan karena idenya untuk menjadikan keindahan gerak kain sebagai alternatif keindahan gerak tubuh. Lewat buku ini dia menuangkan pandangan uniknya tentang anak, wanita dan keluarga sebagai cermin pemantul wajah Ilahi.
Buku yang sarat gagasan pencerah mata-hati ini, digambarkan penulisnya sebagai oleh-oleh proses menghayati dan menjadi. Dari perjalanannya menghayati kelemahan manusia di hadapan Yang Mahakuat, dan menjadi manusia fana dalam Yang Mahaabadi, dengan rumah sebagai pusatnya dan aktivitas rumah tangga sebagai jalannya. Disajikan lewat penuturan yang liris, buku ini menghadirkan kesejukan dan kejutan-kejutan tak terduga dalam memaknai hal-hal sederhana dan sehari-hari.

Kilatan Pedang Tuhan

Judul: Kilatan Pedang Tuhan. Sebuah Novel tentang Perang Salib 
Penulis: Kamran Pasha
ISBN:978-979-024-256-2
Ukuran: 15 x 23 cm
Halaman: 580 h./ Imperia

Dari penulis Humaira, Ibunda Orang Beriman, datanglah kisah epik mengenai Perang Salib, di mana sejumlah sosok paling terkenal dalam dunia Islam dan Kristen bertemu di medan perang.

Konon, Tuhan menyukai ironi. Yerusalem yang bermakna perdamaian adalah tanah yang penuh pertumpahan darah. Tapi, Sultan Shalahudin ibn Ayyub mencoba mengatasi ironi itu. Terbukti, di bawah pemerintahannya Yerusalem kembali menjelma menjadi tanah perdamaian dan persemaian kekeluargaan antara Islam, Yahudi, dan Kristen.

Sampai kemudian, datang pasukan Richard si Hati Singa. Saat itulah takdir mempertemukan Shalahuddin dan Richard dalam konflik yang masih bergaung hingga hari ini: Perang Salib Ketiga. Dan, di tengah-tengah perang yang brutal dan mengerikan itu, Shalahuddin menemukan kenyamanan cinta di pelukan Maryam, seorang wanita Yahudi ayu nan elok namun memiliki masa lalu yang tragis. Tetapi saat Raja Richard menangkap Maryam, kedua pria yang paling berkuasa di permukaan bumi harus berhadapan dalam pertarungan pribadi yang akan menentukan masa depan wanita yang sama-sama mereka cintai—serta masa depan peradaban dunia.

Berhasilkah Shalahuddin mengatasi ironi itu, atau malah terjerembab ke dalamnya? 

Lukisan Sakura

Judul : Lukisan Sakura
Penulis : Diana Roswita
Penerbit : DAR! Mizan Bandung
Tahun : 2001 
Tebal : 156 Halaman

Selama ini, Bryan Watson tidak pernah memikirkan apa pun foto-foto hasil jepretannya. Asal bagus, bernilai seni tinggi, dan melebihi standar pemotretan fotografer lainnya, dia sudah puas.


Akan tetapi, semenjak dia jalan-jalan di taman Kota Tokyo, mendokumentasikan bunga sakura yang sedang bersemi, dan dia bertemu seorang gadis Jepang berkain lebar, yang juga sedang mendokumentasikan keindahan tiap inci bunga sakura dengan kuas dan kain kanvasnya, rasanya lain.



Keindahan yang selama ini dinilainya hanya sekadar keindahan yang kasatmata, ternyata tak seberapa indahnya dibandingkan dengan keindahan yang menciptakannya, Allah Swt.



Di balik itu, dia merasa ada suatu misteri yang menyelubungi gadis yang lukisannya sangat mengagumkan itu. Dapatkah pemuda berkebangsaan Amerika ini mengungkap misteri itu?



Bersama Lukisan Sakura, masih ada beberapa cerita lain, yang makin meneguhkan iman kita kepada Yang Mahakuasa.

Sabtu, 21 April 2012

Panggil Aku Kartini Saja

Judul Buku: Panggil Aku Kartini Saja
Penulis: Pramoedya Ananata Toer
Penerbit: Lentera Dipantara, Jakarta
Cetakan: I, Juli 2003
Halaman: 301 halaman
************************
Sinopsis:
"...Kartini tidak punya massa, apalagi uang. Yang dipunyai Kartini adalah kepekaan dan keprihatinan dan ia tulislah segala-gala perasaannya yang tertekan itu. Dan hasilnya luar biasa, selain melambungkan nama Kartini, suaranya bisa terdengar sampai jauh, bahkan sampai ke negeri asal dan akar segala kehancuran manusia Pribumi..."
************************
Resensi:
JANGAN PANGGIL DIA RADEN AJENG!
ZEN RACHMAT SUGITO

Pada 1899, seorang perempuan pribumi menampik dipanggil Raden Ajeng. Sebagai putri seorang bupati, ia sebenarnya ia berhak menerima penghormatan itu. Tapi setegasnya ia tolak. Di sebuah suratnya, perempuan itu menulis: “Panggil Aku Kartini saja—itulah namaku!”

Kamis, 19 April 2012

Half of Yellow Sun

HALF OF A YELLOW SUN
Pengarang: Chimamanda Ngozi Adichie
Penerjemah: Rika Iffati
Penyunting: Nuraini Mastura
Penerbit: Hikmah
List Price : Rp 84.000
Penerbit : Hikmah
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9791142106
Bahasa : Indonesia
Halaman : 778 hlm
Cetakan: I, 2008

Sinopsis:
Saat tentara Nigeria merangsek maju dan mereka harus lari menyelamatkan diri, idealisme mereka diuji, begitu pula kesetiaan satu sama lain.
Inilah novel epik tentang cinta dan perang yang luar biasa mencekam dan mengharukan. Sebuah karya mengenai kelas, ras, akhir dari kolonialisme, tanggung jawab moral, dan tentang cara betapa cinta membuat semua itu semakin rumit.

RESENSI:

Candi Murca 1: Ken Arok, Hantu Padang Karautan

Candi Murca 1: Ken Arok, Hantu Padang Karautan

Apa yang terjadi bila di tahun 2011 ditemukan jejak bayangan sebuah candi dengan ukuran jauh lebih besar dari Borobudur ? Berpikir macam itu identik dengan ide tentang apa yang terjadi jika bumi ini didatangi sebuah pesawat angkasa luar yang besarnya jauh lebih besar dari sebuah kota (Film The Independent Day)

Demikianlah candi itu dibuat pada zaman Mataram tepatnya di masa pemerintahan Rakai Walaing Pu Kumbhayoni. Candi yang sangat besar itu terpaksa dihilangkan dari pandangan mata karena ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menghancurkannya, tak ada pilihan lain untuk melindunginya maka ia harus dimurcakan dan hanya dalam bulan purnama tertentu tampak bayangannya, yang hanya lamat-lamat berada di antara ada dan tiada.