Tampilkan postingan dengan label Mizan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mizan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Membumikan Syariat Islam : Keluwesan Aturan Ilahi untuk Manusia

Membumikan Syariat Islam : Keluwesan Aturan Ilahi untuk Manusia
Penerbit: Mizan
Penulis: Dr. Yusuf Qardhawi
Edisi: Pertama
Tahun No
Jumlah Halaman: 344

Sinopsis:
Banyak kalangan mengkhawatirkan penerapan syariat Islam sebagai landasan negara, termasuk sebagian kaum Muslim. Mereka memandang syariat Islam dari sisi lahiriahnya saja, tidak sampai pada tujuan-tujuan penerapannya (maqashid syar'iyyah). Bahkan, mereka hanya mengaitkan syariat Islam dengan hukuman pancung, rajam, cambuk, dan potong tangan: sadis! Padahal, di balik hukuman-hukuman itu terdapat kebajikan Ilahi untuk memelihara kemaslahatan manusia. Di sisi lain, banyak aturan Islam yang berwajah ramah kurang diekspos.


Minggu, 22 April 2012

Cahaya Rumah Kita


Cahaya Rumah Kita
Renungan Batin Seorang Ibu Muda tentang Anak, Wanita, dan Keluarga
oleh: Miranda Risang Ayu
Penerbit : Mizan
Edisi : Soft Cover
ISBN : 9794331333
ISBN-13 : 9789794331330
Tgl Penerbitan : 1997
Bahasa : Indonesia
Halaman : 253
Sinopsis:
Karier sebagai ibu rumah tangga menuntut pendidikan yang sama atau malah lebih dibanding karier apa pun di luar rumah. Karier mulia ini bersangkutan dengan tugas merawat manusia, tua, dan muda; dan ini adalah pekerjaan yang paling sulit di dunia. Isma’il Raji Al-Faruqi dalam Tawhid: Its Implications for Thought and Life (1982).
Adalah dari menghayati karier mulia tersebut buku ini lahir dari seorang ibu muda yang punya keistimewaan dalam ‘renungan-renungan batiniah’ atas kejadian sehari-hari yang dialaminya sebagai ibu rumah tiga anak yang masih kecil-kecil. Miranda Risang Ayu dikenal sebagai seorang koreografer yang dua karyanya, Istighfar dan Tasbih, sempat menjadi pembicaraan karena idenya untuk menjadikan keindahan gerak kain sebagai alternatif keindahan gerak tubuh. Lewat buku ini dia menuangkan pandangan uniknya tentang anak, wanita dan keluarga sebagai cermin pemantul wajah Ilahi.
Buku yang sarat gagasan pencerah mata-hati ini, digambarkan penulisnya sebagai oleh-oleh proses menghayati dan menjadi. Dari perjalanannya menghayati kelemahan manusia di hadapan Yang Mahakuat, dan menjadi manusia fana dalam Yang Mahaabadi, dengan rumah sebagai pusatnya dan aktivitas rumah tangga sebagai jalannya. Disajikan lewat penuturan yang liris, buku ini menghadirkan kesejukan dan kejutan-kejutan tak terduga dalam memaknai hal-hal sederhana dan sehari-hari.

Jumat, 06 April 2012

From Beirut to Jerusalem: Kisah Pengabdian Seorang Dokter Perempuan


Judul buku : From Beirut to Jerusalem: Kisah Pengabdian Seorang Dokter Perempuan
di Kamp Pengungsian Palestina
Penulis : dr. Ang Swee Chai
Penerbit : Mizan, Bandung
Cetakan : Agustus, 2010
Tebal buku : 444 halaman
Harga : 59.000,-
Sinopsis:
Sebagai seorang Kristen fundamentalis, dulu aku mendukung Israel. Pengalamanku di Sabra-Shatila menyadarkanku bahwa orang Palestina adalah manusia. Kebodohan dan prasangka telah membutakan mataku dari penderitaan bangsa Palestina. Buku ini adalah kesaksianku.
Mulanya, karena latar belakang religinya, dr. Ang Swee Chai adalah pendukung Israel. Di matanya, orang Palestina adalah teroris. Namun, pada 1982, Israel menyerang Beirut dengan brutal. Keyakinannya pun mulai goyah.
Ia putuskan untuk membuktikan sendiri dengan menjadi sukarelawan medis di Beirut. Di sana, di kamp pengungsian Palestina, setelah menjadi saksi Pembantaian Sabra-Shatila, akhirnya ia temukan jawaban. Ia berbalik memihak rakyat Palestina, memihak keadilan dan kemanusiaan. Di tanah asing, ia pertaruhkan nyawanya untuk membela orang-orang yang tak punya hubungan darah maupun etnis dengan dirinya, untuk melaksanakan kewajibannya sebagai dokter, sebagai manusia.