Tampilkan postingan dengan label Serambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serambi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2012

Snow – Di Balik Keheningan Salju

Judul Snow – Di Balik Keheningan Salju
No. ISBN 9789790240155
Penulis Orhan Pamuk
Penerbit Serambi
Tanggal terbit Maret – 2008
Jumlah Halaman 731
Jenis Cover Soft Cover
Dimensi(L x P) 130x205mm
Kategori Politik-Hukum

SINOPSIS:
Salju mulai turun ketika seorang wartawan dan penyair bernama Ka tiba di Kars, sebuah kota kecil di perbatasan Turki.
Diawali keinginannya untuk menyelidiki kasus bunuh diri yang semakin mewabah di kalangan wanita muda kota itu, juga hasrat untuk menemukan cinta masa lalunya, tanpa sadar Ka terseret di dalam gejolak kemelut Kars. Konflik antargerakan Islam, pertikaian antara agama dan sekularisme, serta aparat penguasa yang bertindak sewenang-wenang hanyalah segelintir persoalan di tengah gunung es masalah di kota yang terisolasi selama berkecamuknya badai salju yang ganas itu.
***
Snow adalah sebuah kisah tentang kesulitan yang dihadapi oleh sebuah bangsa yang terbelah antara tradisi, agama, dan modernisasi. Di tangan Pamuk, seluruh permasalahan itu tersaji menjadi sebuah kisah thriller politik yang mencekam dan meninggalkan kesan mendalam.
***

Sabtu, 31 Maret 2012

My Name is Red – Namaku Merah Kirmizi

My Name is Red – Namaku Merah Kirmizi


Judul: My Name is Red – Namaku Merah Kirmizi
Penulis: Orhan Pamuk
ISBN : 9791112401
Rilis : 2006
Halaman : 726
Penerbit : Serambi
Bahasa : Indonesia
Status: NFS

******
Sinopsis

Sebuah misteri pembunuhan yang menegangkan … sebuah perenungan mendalam tentang cinta dan kegigihan artistik … Namaku Merah Kirmizi bermula di Istanbul simbol tonggak kejayaan-Islam yang terakhir di ujung abad keenam belas, saat Sultan secara diam-diam menugaskan pembuatan sebuah buku tak biasa untuk merayakan kejayaannya, yang dihiasi ilustrasi para seniman terkemuka saat itu. Ketika seorang seniman dibunuh secara misterius, seorang lelaki muram dengan masa silam sekelam namanya ditugasi untuk mengungkap misteri pembunuhan yang pada akhirnya menguak jejak benturan peradaban Timur dan Barat dua cara pandang dunia yang berbeda, berkaitan dengan kebudayaan, sejarah, dan identitas yang memicu konflik tak berkesudahan. Melalui karya cemerlang ini, yang diramu dengan intrik seni dan politik, dongeng-dongeng klasik, serta kisah cinta bercabang yang getir, Orhan Pamuk pemenang Hadiah Nobel Sastra mengukuhkan dirinya sebagai salah satu novelis terbaik dunia saat ini. Novel ini paling tidak telah diterjemahkan ke dalam 25 bahasa dan memenangkan sejumlah hadiah sastra internasional terkemuka, antara lain Prix du Meilleur Livre Etranger 2002 (Prancis), Premio Grinzane Cavour 2002 (Italia), dan International IMPAC Dublin Literary Award 2003 (Irlandia) Bintang baru telah terbit di Timur: Orhan Pamuk. New York Times. Wonderful. Spectator. Magnificent. Observer. Unforgettable Guardian. Penulis novel Turki yang paling terkemuka dan salah seorang tokoh sastra yang paling menarik … Seorang pendongeng kelas satu. Times Literary Supplement

*******
Resensi:
Masterpiece Sastra Rekonsiliasi
Yudhiarma

Meski hanya kisah fiksi, buku ini seolah-olah menguak akar tesis Samuel P Huntington tentang potensi “benturan antarperadaban”. Ramalan guru besar ilmu politik Universitas Harvard ini-bahwa masa depan dunia pasca Perang Dingin diwarnai konflik kebudayaan Barat-Timur-kian dipertegas Orhan Pamuk dengan mendeskripsikannya dalam novel ber-setting abad ke-XVI. Kisah yang banyak mengandung renungan filsafat ini mengangkat cerita era Dinasti Ottoman (Utsmaniyyah) yang menjadi episode pamungkas kejayaan imperium Islam di Turki.